Acara yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Habsyi dari komisi III DPR RI ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, H. Muhammad Ramli, SH, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Drs.H.M. Hasan H. Muhammad, SH., MH., Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, H. Sudarso, SH., Kepala Pengadilan Militer Makassar, Deddy, para hakim tinggi, para ketua pengadilan tingat pertama dan undangan lainnya. Al-Habsyi mengatakan bahwa kunjungan ini adalah ajang curhat. “Kami ke sini untuk mendengarkan curahan hati bapak ibu sekalian yang menjadi wakil tuhan, jadi saya harap semoga kedatangan saya kesini bisa membawa kebaikan bagi semua!” tutur Al-Habsyi yang pernah menjadi anggota komisi V DPR RI itu.
Menimpali ajakan Al-Habsyi, Hasan Muhammad, ketua Pengadilan Tinggi Makassar mengeluhkan anggaran yang tidak mencukupi. “Salah satunya Program Posbakum terhambat karena minimnya anggaran, padahal program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu saya mohon Pos Bantuan Hukum ini menjadi perhatian para anggota dan dimaksimalkan anggarannya” katanya.
Serupa dengan yang diatas Suharjono, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Makassar mengeluhkan Tunjangan kinerja Mahkamah Agung yang masih saja berkutat di 70% sejak 3 tahun yang lalu padahal mereka dibilangnya pejabat negara!
Al-Habsyi langsung menjawab bahwa Keluhan ini sudah klasik, tetapi saya tetap akan sampaikan nanti dalam rapat di pusat. “Saya pilu jika turun ke daerah mendengarkan cerita para wakil tuhan hidupnya tidak layak, saya malu jika saya tidak bisa menjadi wakil rakyat yang baik. Untuk itu saya akan perjuangkan semua ini. Mohon doanya agar saya bisa!”
Selain masalah anggaran yang menjadi fokus pembahasan, masalah keterbukaan informasi dan mudahnya masyarakat mencari informasi lewat website juga menjadi salah satu program unggulan badan peradilan. Acara ini ditutup dengan saling tukar menukar cindera mata dann foto bersama.